Selasa, 11 Mei 2010

Astronom Amerika Temukan Dunia Lain

Picture
Astronom Amerika Temukan Dunia Lain Sejumlah astronom Amerika mengatakan, mereka menemukan dua lagi planet sebesar Neptunus yang mengitari bintang-bintang di luar sistem tata surya kita.

Mereka menyatakan, penemuan dunia terkecil yang terlihat mengitari bintang-bintang lain itu merupakan terobosan dalam penelitian tentang dunia-dunia lain dan kehidupan di luar angkasa.

Planet-planet itu hanya sekitar 15 kali lebih besar dari Bumi. Dunia yang sebelumnya dikenal adalah kelas Yupiter sekitar 318 kali lebih besar dari Bumi.

Satu dari planet baru itu berada dalam sistem empat planet pertama yang pernah ditemukan. "Kami hampir menemukan dunia sebesar Bumi yang sebenarnya," kata pemburu planet Geoff Marcy dari Universitas California.

Menggunakan teleskop di Hawaii, California, dan Texas, para astronom itu menemukan planet-planet sebesar Neptunus pertama di luar sistem tata surya kita.

Salah satu di antaranya mungkin hanya 14 kali massa Bumi, yang mungkin cukup kecil untuk memiliki permukaan padat dan temperatur yang mungkin mendatangkan kehidupan.

"Ukuran planet-planet itu agak aneh, namun kami tidak berpikir tentang massa Yupiter atau Saturnus, namun massa Bumi," kata Geoff Marcy.

Membingungkan

"Semua eksoplanet yang ditemukan sejauh ini sebagian besar gas-gas raksasa, namun planet-planet baru ini membingungkan - mereka mungkin berbentuk gas seperti Yupiter, namun planet-planet itu mungkin juga memiliki inti es batu dan tertutup gas hidrogen dan helium, seperti Neptunus, atau mereka mungkin kombinasi batu dan es, seperti Merkurius."

Profesor Marcy dan koleganya Paul Butler, dari Institut Carnegie Washington, serta Barbara McArthur dari Universitas Texas, ketua tim kedua, mengumumkan penemuan mereka pada konferensi pers NASA.

Dua halaman yang memerinci penemuan planet baru itu diserahkan ke The Astrophysical Journal Juli lalu dan diterima.

Deteksi planet di luar tata surya sebesar Neptunus, yang belum ditinjau dengan seksama dalam satu jurnal, diumumkan astronom Eropa pada 25 Agustus lalu.

Ketiga planet ini ditemukan dengan meneliti goyangan bintang itu yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet pada bintang saat mengitarinya. Tarikan tersebut menimbulkan geseran Doppler pada sinar yang dipancarkan bintang itu.

Para peneliti menyatakan planet-planet baru itu, meski besarnya hampir sama dengan Bumi, bentuknya sama sekali tidak mirip Bumi. Kedunya mengitari bintang-bintang mereka dalam beberapa hari dan sangat dekat saat terbakar pada bagian yang menghadap bintang itu.

Planet Keempat

Planet yang lebih kecil dari dua planet itu, dengan massa minimum 14 massa Bumi, ditemukan McArthur dan timnya di sekitar bintang 55 Cancri.

Itu merupakan planet keempat yang ditemukan di sekitar 55 Cancri, bintang kuning G yang letaknya hanya 41 tahun cahaya dari Bumi dalam konstelasi Cancer. "Mungkin ada planet-planet lain di sistem ini," kata McArthur.

Planet yang lebih besar, dengan ukuran minimum 21 kali massa Bumi, mengitari bintang merah M, Gliese 436, yang sekitar 50 kali lebih suram dibandingkan matahari kita dan terletak 33 tahun cahaya dalam konstelasi Leo.

Jika planet yang mengitari Gliese 436 itu memiliki sedikit atmosfer untuk menyebarkan panas, planet itu mungkin memiliki temperatur 377 derajat Celsius di sisi yang menghadap bintang. Di sisi itu, planet tersebut mungkin siang terus, dan saat temperaturnya puluhan derajat di bawah nol, planet itu akan mengalami malam terus.

Namun, temperatur di batas senja mungkin lebih nyaman, paling tidak dari perspektif Bumi, kata Marcy. "Bagian depan panas dan belakang mungkin dingin, namun daerah di antaranya mungkin memiliki temperatur moderat antara 0 dan 100 derajat Celsius," jelasnya.

Penemuan planet-planet terkecil secara bersamaan ini mungkin menunjukkan keberadaan mereka sudah biasa, tambah Marcy.(bbc-niek-46)


Ilmuwan Eropa Temukan 32 Planet Baru

Picture

Ilmuwan Eropa Temukan 32 Planet Baru Astronom-astronom Eropa mengumumkan telah menemukan 32 planet baru yang mengorbit sejumlah bintang di luar sistem tata surya kita dan menyatakan, Senin, hasil temuan itu menunjukkan bahwa 40 persen atau lebih dari bintang seperti Matahari memiliki planet-planet semacam itu.

Planet-planet itu memiliki ukuran mulai dari sekitar lima kali Bumi hingga lima kali Yupiter, kata mereka.

Sejumlah planet lain juga telah ditemukan dan para astronom itu berjanji akan mengumumkan hal itu akhir tahun ini.

Penemuan terakhir itu membuat jumlah planet yang ditemukan di luar sistem tata surya kita menjadi sekitar 400, kata Stephane Udry, dari Observatorium Jenewa di Swiss.

"Alam sepertinya tidak kosong, jika ada ruang untuk planet maka akan ada planet di sana," kata Udry kepada wartawan dalam penjelasan Internet dari pertemuan astronom di Porto, Portugal.

"Lebih dari 40 persen bintang seperti Matahari memiliki planet-planet dengan massa rendah," tambahnya.

Tim astronom itu menggunakan spektrograf HARPS (Pencari Planet Kecepatan Cahaya Akurasi Tinggi) yang dipasang pada teleskop 3,6 meter Observatorium Selatan Eropa (ESO) di La Silla, Chile.

Spektrograf itu tidak menggambarkan planet-planet tersebut secara langsung namun ilmuwan bisa menghitung ukuran dan massanya dengan mendeteksi perubahan kecil pada getaran bintang yang ditimbulkan oleh tarikan gravitasi kecil planet.

Para astronom ingin menemukan planet-planet seperti Bumi karena ini merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk menopang kehidupan.

HARPS telah menemukan 75 planet yang mengitari 30 bintang yang berbeda. Tim ESO tidak memberikan penjelasan terinci mengenai bintang-bintang apa yang diorbit oleh ke-32 planet baru itu.

Penemuan-Penemuan favorit Astronomi

Picture
HAWAII (Suaramedia) Bertahun-tahun lamanya astronom dunia selalu berusaha mencari tahu keadaan dunia luar, melalui teknologi yang semakin canggih.

Penemuan-penemuan ini ternyata patut diacungi jempol. Pasalnya, telah ditemui titik terang akan apa sebenarnya yang terjadi di luar bumi, meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan itu semua. Sedangkan untuk keadaan planet di luar bumi, astronom memastikan ada sekira 50 planet baru yang terbentuk pada tahun ini. "Ini merupakan tahun yang sangat menarik untuk penemuan eksoplanet. Bahkan bantuan teknologi canggih, seperti teleskop baru, benar-benar memungkinkan para astronom untuk melakukan pengukuran yang lebih akurat yang mampu membawa kita menemukan hal-hal yang tidak mungkin," ujar astronom dari Universitas Hawaii, seperti dikutip melalui space.com, Kamis (25/12/2008).

Inilah lima penemuan terfavorit yang terjadi pada tahun 2008,

1. Dunia Alien

Satu-satunya hal yang sangat ingin diketahui oleh para astronom, dan masyarakat dunia, adalah keberadaan mahluk lain selain manusia. Jawaban tersebut sepertinya akan mulai terkuak dengan beberapa temuan yang dihasilkan oleh para astronom. Misalnya saja, jumlah planet luar yang kini semakin bertambah, total telah mencapai 300 planet. Bahkan, para astronom tersebut telah berhasil mendapatkan pencitraan dari beberapa planet tersebut. Planet-planet tersebut pun memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang memiliki ukuran tiga kali lipat lebih berat dari bumi, planet dengan panas mencapai 4.000 derajat farenheit, dan tiga buah planet mirip bumi yang berjalan mengelilingi bintang.

2. Kehidupan di Mars

Planet merah (Mars) merupakan planet yang mendapatkan konsentrasi penuh dari para astronom. Bahkan mereka sampai membuat sebuah robot yang mampu menelusuri dataran Mars. Nasa Phoenix berhasil mendarat di Mars pada bulan Mei lalu. Dari sinilah diketahui bahwa planet Mars mampu dihidupi oleh manusia karena terdapat sumber air di dalamnya.

3. Dark Energy

Para ilmuwan kali ini dikejutkan dengan adanya energi misterius yang telah menjalar ke seluruh jagat raya dengan cepat. 'Kekuatan' misterius yang biasa disebut sebagai energi kegelapan ini telah ditemukan sekira 10 tahun lalu. Ilmuwan terus menerus berusaha untuk mencari tahu apa sebenarnya dark energy ini secepatnya. Pasalnya, diprediksi waktu yang tersisa tidak akan lama lagi, untuk menemukan teka-teki dark energy ini.

4. Black Hole

Black Hole merupakan suatu bentuk ketebalan yang akan mencengkeram apa saja yang ada di jagat, termasuk cahaya,. Meskipun bentuknya tidak terlihat namun para astronom yakin bahwa ini merupakan pertanda kehadiran sebuah objek besar yang akan mendekati bumi. Ukuran black hole ini diprediksi semakin membesar, dengan� berat 3,8 kali lebih besar dari matahari� serta berdiameter 15 mil. Sebuah simulasi komputer menunjukkan bahwa ketika dua black hole saling bersatu, energi yang dihasilkan akan membuat black hole lainnya terbentuk di luar galaksi.

Untuk pertama kalinya di tahun ini, para ilmuwan berhasil mendeteksi sebuah black hole yang memiliki kecepatan sekira 2.650 kilometer per second.

5. Terpecahkannya Misteri Merkurius

Planet Merkurius selalu menjadi misteri bagi para ilmuwan. Pada 14 Januari, NASA MESSENGER berhasil melakukan pendaratan pertamanya di Merkurius dan mengambil gambar-gambar yang ada mengenai topografi planet tersebut. (srn/okz)

Planet Kelima di Tata Surya Baru

Picture
- Astronom Amerika Serikat menemukan planet baru dalam sistem tata surya di luar tata surya Bumi. Semula, sistem tata surya itu diketahui hanya memiliki empat planet. Dengan temuan itu, berarti ada lima planet dalam tata surya tersebut. Planet tersebut terletak 41 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang yang merupakan ''matahari'' tata surya itu dinamai 55 Cancri. Hal itu merupakan penemuan terbesar dalam sistem tata surya tunggal di luar tata surya kita.

Para astronom telah menemukan lebih dari 250 planet di luar sistem tata surya kita. Planet baru itu sekitar 45 kali massa Bumi. Penemuan terbaru itu merupakan planet kelima yang mereka temukan di sekitar 55 Cancri, bintang kembar dalam konstelasi Cancer.

Para astronom menyatakan jika planet baru itu punya satu bulan berbatu atau beberapa bulan maka secara teoretis planet itu mungkin mengandung air, yang berarti bisa ada kehidupan di tempat itu. Suhu di permukaan planet itu juga tergolong sedang, seperti di Bumi.

Misterius

Namun, ukuran planet baru itulah yang sebenarnya menggugah rasa ingin tahu para pemburu planet ini. Menurut mereka, sistem yang terdiri atas lima planet ini memiliki banyak persamaan dengan sistem tata surya kita. Planet-planet itu mengitari sebuah bintang yang usia dan massanya hampir sama dengan Matahari. Planet kelima itu mirip dengan planet Jupiter dalam sistem tata surya Bumi.

Para astronom itu belum menemukan sebuah planet berbatu seperti Bumi atau Venus, namun menurut Profesor Geoff Marcy dari University of California, Berkeley, penemuan itu hanya masalah waktu dan teknologi.

''Di antara planet keempat dan planet kelima yang seperti Jupiter itu, kami yakin banyak hal menarik dan misterius yang belum tersibak,'' jelasnya. ''Kami belum tahu ada apa di situ. Teknologi kami saat ini bisa mendeteksi planet-planet besar seperti Neptunus, Saturnus, dan Jupiter. Tetapi, tidak terlihat ada planet seperti itu, Jadi, jika ada planet-planet lain, benda langit itu pastilah lebih kecil dari ukuran yang bisa terdeteksi oleh teknologi kami. Planet-planet itu bisa saja sebesar Bumi.''

''Yang jelas, sangat tidak mungkin di antara planet-planet itu tidak terdapat planet lain. Jadi, mungkin ada planet-planet kecil, seperti Venus, Mars, atau Bumi,'' kata dia.

Temuan itu juga menemukan, sistem tata surya tempat Bumi berada ini ternyata bukan sesuatu yang unik karena ada sistem tata surya lain yang juga memiliki planet-planet yang tersusun mirip tata surya kita. ''Bisa terjadi, ada pula kehidupan lain di luar tata surya kita, hanya kita belum mengetahuinya,'' ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar